Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia dengan +- 17.508 pulau yang dihuni dan tersebar disekitar garis Khatulistiwa dari Sabang hingga Merauke yang memiliki posisi sebagai negara Agraris terbesar kedua di belahan penjuru dunia. Dengan kondisi luasnya negeri yang dipadukan sebagai negara agraris melalui tingginya kesuburan tanahnya, Indonesia mampu menonjol dari sektor pertanian bagi penunjangan kebutuhan dunia khususnya dari rempah-rempahnya
Sebagai negara yang memiliki luas wilayah dengan kondisi tanah yang subur menjadikan negeri Indonesia sebagai negeri yang mampu bertahan dari waktu ke waktu dalam persaingan kekuatan ekonomi dunia serta sekaligus sebagai nilai lebih dan daya jual perdagangan di dunia. Indonesia memiliki karakteristik pertanian khususnya dari komoditas rempah-rempah yang begitu bernilai dan berharga
Rempah-rempah Indonesia begitu familiar dan begitu diburu oleh negara-negara di seluruh penjuru dunia sejak Indonesia pra kemerdekaan hingga saat ini usia 79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Berawal dari perdagangan lmpau yakni ‘Perencah’ melalui jalur laut pedagang dan pelaut mengandalkan musim untuk menentukan arah angin guna membentuk jalur perdagangan yang strategis dan potensial
Jalur Rempah Nusantara ini mampu menjadi sarana pertukaran antarbudaya yang begitu potensial dikala itu, jalur rempah ini juga memberikan dampak politik daerah yang terlewati untuk memperluas wilayah hingga menjalin hubungan diplomatik dengan wilayah kerajaan-kerajaan lain dikala itu seperti wilayah Kerajaan Malaka, Banten, Mataram, Ternate hingga kerajaan Tidore
Hadirnya Indonesia sebagai Pusat Rempah Dunia dari dulu kala hingga kini mampu memposisikan Indonesia dengan kekuatan Branding bahwa bicara Rempah ya itulah Indonesia , mulai dari rempah-rempah yang beragam di bidang kuliner hingga rempah-rempah di sektor kesehatan sebagai pengobatan tradisional dan juga rempah-rempah untuk kegiatan-kegiatan uapacara adat
Beragam jenis rempah-rempah yang begitu terkenal hingga diburu oleh bangsa asing dan juga digunakan hingga saat ini baik untuk kuliner ataupun pengobatan tradisional diantaranya ialah sebagai berikut : jahe, cengkeh, lada, kapulaga, ketumbar, pala, vanili, lengkuas, kunyit, sereh, keluak, kencur, jintan, adas, kayu manis, kemiri, temulawak, andaliman, empon-empon, bawang merah, bawang putih, cabai, daun kelor, daun jeruk, daun mint
Rempah yang ada di Indonesia pada sektor Kuliner yang tersaji ialah seperti masakan-masakan sebagai berikut: rendang, opor, gulai, rawon, soto, gudeg, semur, mie aceh, tengkleng, tongseng, lodeh, balado dan sebagainya. Rempah Indonesia yang hadir dalam balutan dipergunakan sebagai Pengobatan tradisional diantaranya ialah sebagai berikut: Jamu-jamuan yang diminum seperti beras kencur, gula asem, temulawak, kunyitasem, wedang ronde, wedang bajigur, bir pletok, jamu-jamuan untuk oles atau luar tubuh yakni minyak oles atau pijat seperti minyak nusantara cap datuk, minyak telon, minyak kayu putih, minyak atsiri. Hadir pula Rempah Indonesia dalam penggunaan uapacara adat seperti Basa di Bali, Timung di Jawa khususnya wilayah Keraton, dan juga Betangas di Kalimantan dan wilayah Indonesia lainnya
Kendati era kini telah memasuki abad ke-21 yang mana sistem transportasi, sistem pemasaran, sistem perdagangan, sistem komunikasi begitu berkembang pesat dan modern melalui sistem digital sekejap dalam pandangan mata, namun posisi rempah-rempah Indonesia di dunia justru semakin menguat dan tetap dengan posisi berkibar, yang mana rempah nusantara menjadi primadona perdagangan dunia yang begitu menawan untuk diburu dan diperebutkan oleh seluruh kalangan baik pria ataupun wanita dan hal ini mampu memposisikan bahwa sejatinya Rempah Sebagai Harta Karun dari Bumi Nusantara Indonesia harus selalu kita jaga dan kiembangkan kelestariannya bersama-sama


Leave a Reply